31 July 2008

Kartini, Muslimah Sejati dan Keteladanan dalam Islam

Kartini, Muslimah Sejati dan Keteladanan dalam IslamOleh: ARDA DINATA
http://ardaiq.blogspot.com


AnakThe Tombs of Anak (The Cooper Kids Adventure Series #3)Anak: The MovieAnak Bayan

KEKUATAN informasi sungguh luar biasa pengaruhnya terhadap publik. Buktinya, sosok Kartini tidak dapat diartikan lain kecuali sesuai dengan apa yang tersirat dalam kumpulan suratnya: Door Duisternis Tot Licht, yang terlanjur diartikan oleh Armijn Pane sebagai Habis Gelap Terbitlah Terang.

Padahal, menurut versi Prof.Dr.Haryati Soebadio (cucu tiri R.A. Kartini), mengartikan Door Duisternis Tot Licht, sebagai Dari Gelap Menuju Cahaya, yang bahasa Arabnya Minazh-Zhulumaati Ilan-Nuur. Kalimat ini merupakan inti dari Panggilan Islam. Maksudnya tidak lain membawa manusia dari kegelapan (kejahiliyahan atau kebodohan hidayah) ke tempat yang terang benderang.

03 June 2008

Indahnya Keluarga Berkualitas

Indahnya Keluarga Berkualitas
Oleh: ARDA DINATA
Email:
arda.dinata@gmail.com


 Keluarga BahagiaKeluarga's Manuk Nangpart 1: merongKeluarga: Webster's Timeline History, 1887 - 2007
TERJALINNYA sebuah ikatan perkawinan, tidak saja bertujuan untuk mendapatkan generasi penerus (baca: keturunan) yang banyak dari segi kuantitas, tapi juga kita harus memperhatikan segi kualitas keluarga yang akan kita bangun. Hal ini didasarkan pada subtansi bahwa permasalahan generasi anak-anak kita akan memiliki permasalahan dan tantangan yang berbeda dari keadaan saat sekarang. Selain itu, tentunya kita harus menjadikan keturunan tersebut tidak menjadi beban bagi siapa pun, termasuk dirinya sendiri.

Di antara hal yang perlu diperhatikan sebagai langkah awal dalam membentuk keluarga berkualitas adalah dengan menumbuhkan suasana ketentraman dan kasih sayang di dalam keluarga. Allah SWT berfirman, yang artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. 30: 21). Lagian, bukankah ketentraman dan kasih sayang itu merupakan kebutuhan dasar setiap manusia?

29 April 2008

Ilmu, Mematangkan Pola Pikir Anak

Oleh: ARDA DINATA
Email:
arda.dinata@gmail.com

Ramadhan merupakan bulan yang Allah SWT tetapkan di dalamnya perintah berpuasa (shaum). Bagi kaum muslimin, bulan suci ini selalu dikaitkan dengan turunnya Alquran, yaitu sebagai aturan yang akan mempedomani seluruh umat manusia pada kehidupan yang benar dan selamat.

Allah berfirman yang artinya: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan Al-Furqon (pembeda antara hak dan batil). [QS. 2: 185).

Di sini, terkandung maksud bahwa untuk dapat memahami petunjuk-petunjuk yang terkandung dalam Alquran tentu diperlukan sesuatu apa yang kita sebut dengan ilmu. Ilmu adalah kunci yang akan membuka tabir-tabir yang tersyirat dalam Alquran. Itulah sebabnya, banyak sumber yang menyebutkan salah satu keistimewaan yang terdapat dalam ibadah shaum adalah dapat meningkatkan aspek ruhiyah melebihi aspek material.

Konsep tersebut, tentu tidak berlebihan, karena bulan Ramadhan memang telah dijadikan oleh Allah sebagai madrasah Robbaniyah. Sebuah lembaga pengembangan tahunan bagi kaum muslimin yang disiapkan Allah SWT. Untuk itu, bulan suci ini, janganlah kita sia-siakan. Mari bangun keluarga kita dengan mematangkan pola pikir anak-anak kita. Kata kuncinya ialah melalui memperdalam ilmu.

06 April 2008

Ibu Sumber Inspirasi Uswah Hasanah Anak

Oleh: ARDA DINATA
Email:
arda.dinata@gmail.com

Kekuatan dari ilmu itu adalah mengamalkannya. Seorang teman bercerita bahwa ia ingin agar anaknya tidak membuang sampah sembarangan, tapi perintah tinggal perintah, nyatanya sang anak tetap membuang sampah sekehendaknya, padahal sudah ada tempat sampah di lingkungan tersebut.



Teman saya itu, akhirnya mengakui dampak dari ketidak-konsekuenan antara ucapan dan tingkah lakunya. Tepatnya, teman saya itu pernah kepergok oleh anaknya ketika sedang membuang sampah di sembarang tempat.

Dari cerita teman saya itu, kita dapat mengambil pelajaran bahwa ilmu yang tidak sesuai amal yang dilakukan akan menghambat proses pendidikan anak dalam keluarga. Padahal kita sadar betul, kalau keluarga merupakan tiang utama kehidupan umat dan bangsa. Keluarga sebagai tempat sosialisasi nilai-nilai yang paling intensif dan menentukan. Artinya keluarga cinta ilmu dan amal saleh, tidak lain sebagai barometer dari pembangunan keluarga seorang muslim, sehingga dapat mewujudkan kehidupan keluarga yang sakinah, mawadah warahmah (baca: keluarga sakinah).

 | 

Your Ad Here
 

MIQRA INDONESIA

MIQRA INDONESIA: IBROH [WISDOM]

MIQRA INDONESIA: BISNIS [BUSINESS]

MIQRA INDONESIA [Environment Health]

JURNAL MIQRAINDO

MIQRA INDONESIA: Jurnalistik

MIQRA INDONESIA: OPINI

MIQRA INDONESIA

MIQRA INDONESIA: BUKU

MIQRA INDONESIA: SPIRIT Enthusiasm

MIQRA INDONESIA: OPTIMIS [LA TAHZAN]